“MOTIVASI”. Setiap mendengar kata itu, pikiranku langsung terbang
kepada sosok – sosok yang selama ini bagaikan lentera di kehidupanku. Mama,
Papa, dan ketiga adikku serta teman-teman disekitarku yang selalu memberikan
warna-warni terindah disetiap hariku.
Aku hanyalah seorang anak biasa, aku tidak kaya, memiliki otak yang
biasa-biasa saja, dan wajahku juga kelas yang standar punya. Namun ntah mengapa
bersama mereka menjadikanku merasa sempurna. Memiliki mereka semua membuat aku
merasa menjadi orang paling kaya dan paling beruntung di dunia ini.
Ya, mereka adalah permata-permataku, mereka adalah bintang-bintang
malamku dan mereka pulalah matahariku. Mereka bagai embun yang selalu dapat
menyejukkan hatiku, ketika aku terjatuh merekalah yang akan selalu menopangku.. menemaniku dan
mengajarkanku betapa indahnya dunia ini sesungguhnya.
Mama. Ia adalah sosok motivator yang paling aku banggakan. Aku
sangat mencintainya. Ia mengjarkanku bahwa betapa kita harus tegar mengarungi
kehidupan ini.. kita tidak boleh mudah putus asa, kita harus kuat dan tabah ..
karena hidup adalah sebuah perjuangan, dan yakinlah bahwa Allah SWT selalu
disisi kita.. lebih dekat dari urat nadi kita. Beliau juga selalu mengajarkan
agar tidak lupa diri tentang apa yang telah aku dapatkan. Ia juga seorang
motivator hebat .. ketika aku “terjatuh” beliau akan dengan berapi-api
memberikanku semangat dan mengatakan bahwa aku tidak boleh lemah! Tidak boleh
kalah.. Oh Mama.. kaulah jantung hatiku
.. apa jadinya dirku bila suatu saat nanti kau pergi meninggalkanku…
Papa. Ia juga merupakan penyemangat hebat dihidupku, ia
mengajarkanku betapa sesungguhnhya alam semesta in sangat indah .. Ia juga
mengajarkan bahwa segala sesuatunya harus diperhitungkan. Papa memang bukan
sesosok yang lembut.. namun dari dirinyalah aku
berkiblat tentang semangat belajar. Ya, papaku adalah seorang pembelajar
sejati. Ia selalu mempelajari apapun yang terjadi disekitarnya. Dari beliaulah
aku banyak belajar .. dari mulai ilmu eksakta.. agama.. sampai dengan ilmu
berorganisasi dan psikologi di masyarakat. Bagaimana
cara kita menghadapi berbagai tipe orang semuanya aku pelajari dari beliau, dan
harus ku akui semua ilmunya sangat bermanfaat bagiku.
Aku sangat mencintai Mama dan Papaku. Papaku yang berwatak keras dan
sedikit protektif diimbangi oleh karakter mamaku yang demokratis dan sangat
sabar serta pengertian. Mereka adalah perpaduan yang unik, namun dari merekalah
aku belajar bagaimana cara memaknai hidup sesungguhnya. Dan aku ingin mereka
tahu bahwa aku sangat mencintai kedua “malaikat” Tuhan yang indah itu J
Hal yang paling aku syukuri di dunia ini adalah aku memiliki tiga adik yang sangat-sangat-sangat
aku banggakan. Ketika aku jenuh dan lelah dengan segala aktivitas diluar, merekalah
tempat yang hangat dan nyaman untuk kembali. Aku bercanda dan tertawa, dan
menangis bersama mereka, sesekali ada pertengkaran kecil diantara kami yang menjadikan kami
untuk saling mengerti satu sama lain. Mereka juga salah satu motivator kecilku,
setiap kali aku memandang wajah mereka aku tahu aku harus menjadi penopang bagi
mereka, untuk mengejar masa depan. Aku semakin terpacu untuk dapat belajar
dengan giat dan tekun agar suatu hari nanti aku bisa mengantarkan mereka semua
ke gerbang kesuksesan.
Teman. Merekalah bintang-bintang dilangit malamku. Ketika aku
terjatuh mereka segera mengulurkan tangannya menarikku untuk dapat kembali
berdiri tegap menghadapi kerasnya kehidupan. Mereka juga yang selalu
mengingatkanku dari kekhilafan yang aku lakukan, mereka menerimaku apa adanya
tak perduli dengan segala kekurangan yang aku miliki, ketika aku tidak tahu mereka
dengan sabar memberi tahu, ketika aku gagal mereka selalu menyemangatiku dengan
mengatakan “Ayo, Syah! Lo pasti bisa! Masih banyak kesempatan untuk mencoba” atau
ketika aku sedih, mereka dengan sabar mendengarkan semua keluh kesahku,
mengijinkan aku untuk sejenak
melampiaskan kegundahan dibahu
mereka. Ketika aku kehabisan uangpun mereka tanpa pamrih memberiku uang, bahkan
ketika aku sakit mereka rela panas-panasan di bulan puasa datang menjengukku hanya untuk dapat mengatakan
“Cepet sembuh ya, Syah”. Ketika aku melakukan kesalahan, mereka selalu membantuku
memperbaiki kesalahan yang telah aku perbuat.
Agee, Egy, dan Agrin. Mereka adalah teman sekaligus sahabat terbaik
selama masa SMA ku. Agee selalu mengajarkan bahwa kesuksesan itu adalah hasil
dari kerja keras kita. Tak perduli orang
ingin berbicara apa, yang jelas
jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus bekerja keras. Ia
juga mengajarkan betapa asyiknya kimia itu.. sang Master Kimia ini menjadikan
aku bintang yang bersinar . Bersama dia aku mengerti banyak hal. Dia mengulurkan tangannya menuntunku kedalam
indahnya dunia ilmu pengetahuan. Dia adalah inspirasiku.. api diatas oborku. Jika
teringat dia aku selalu termotivasi untuk selalu mencoba dan mencoba hingga aku
bisa, hingga aku mampu bertahan di atas kakiku sendiri, bersama dia hal yang
tidak mungkin menjadi mungkin, tentu saja dengan usaha keras.
Egy. Dia bintang sekaligus matahari untukku, dia selalu menyinari
hari-hariku dimasa SMA, sosok yang paling menerimaku apa adanya.. sudah belasan
kali aku menangis dihadapannya apabila hatiku sedang lemah dan rapuh. Ia
menjadi sandaran kelemahan dan kebahagiaanku. Dengan dia aku belajar
meningkatkan rasa percaya diriku, bahwa aku harus berani dan tidak boleh
minder. Ia adalah motivasi terpenting didalam hidupku.
Agrin. Bersama dengan dia aku belajar bagaimana menjadi diri
sendiri, berani berbeda dengan orang lain, berani mempertahankan prinsip. Ya,
dialah motivasiku untuk dapat menjadi diriku sendiri dimanapun aku berada. Bersamanya aku menemukan jati diriku
;)
Mereka semua adalah motivasi terbesarku, Mama, Papa, adik-adikku,
teman-teman dan guru-guruku dimasa SMA.. merekalah sumber kekuatanku J Tanpa mereka
sadari mereka telah menjadi inspirasi bagiku.
Aku mencintai dan menyayangi mereka seperti aku mencintai dan menyayangi
diriku sendiri. Dan aku berharap mereka selalu bahagia dikehidupannya
masing-masing J
Terimakasih Tuhan telah mengirimkan mereka semua padaku ^^
0 komentar:
Posting Komentar