Wahai hati..
Mengapa harus seperti ini?
Berhentilah untuk terus menunjukan fitrahmu
Aku tahu ini memang sudah saatnya kau membuka gerendel pintumu
Namun, bisakah jangan sekarang?
Saat aku ingin terbang tinggi melanglang angkasa
Aku sungguh tak berdaya dengan hasrat dan keinginanmu
Yang kian hari kian memaksa
Maafkan aku..
Sang Maha Pemilik Hati telah menitipkanmu padaku
Olehkarenanya aku harus menjagamu
Mengendalikan hasrat dan keinginanmu untuk memiliki sesosok tambatan
Duhai hati..
Berhentilah berdebat denganku
Berdamailah dengan keimanananku
Sosok yang saat ini sangat kamu inginkan
Belum tentu ia adalah yang terbaik bagi dirimu.
Lupakah kamu bahwa kamu pernah terluka?
Lupakah kamu bahwa kamu pernah disinggahi sebuah ketidakpastian?
Dewasalah!
Logikaku sudah lelah dengan semua ini
Mengapa dirimu tidak pernah lelah?
Kini.. biarkan Sang Maha Cinta yang mengatur segalanya untukmu
Biarkan Ia, Sang Maha Pengasih dan Penyayang memberikan teman hidupmu.
Duhai hatiku..
Ketahuilah, bahwa dirimu sangat rapuh
Satu nama tidak akan sanggup kamu tampung tanpa meminta ridha-Nya.
Logikaku sudah berusaha untuk membatasi ruang gerakmu
Menjaga agar dirimu tidak hilang kendali
Wahai hati..
Patuhlah kepada-Nya
Bantu aku untuk selalu mencintai-Nya
Karena dirimu sumber dari segala keimananku
Dan kini..
Berdamailah denganku
Logikau
Keimananku
Dan yakinlah, bahwa satu hati tambatan mu nanti
Sedang dipersiapkan Tuhan hanya untukmu.
Hati yang belum tergoreskan
Hati yang belum terperban
Dan hati yang selalu dalam cinta-Nya
Dan membimbingmu kepada cinta-Nya
Ketika Hati Mulai Mencari Fitrahnya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Aisyah Maimunah. Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar