"Will You Marry Me?"



Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
Can
 marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life

And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna
 marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the isle
On the arm of her father

On the day that I marry your daughter
She's been hearing for steps
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
 
(So bring on the better or worse)
And tell death do us part
There's no doubt in my mind
It's time

I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
The first time I saw her
I swear I knew that I say
 I do


“Will You Marry Me?”
Indah bukan? Tak diragukan lagi, setiap wanita yang mendengar perkataan ini akan langsung melambung ke udara. Apalagi jika diucapkannya sambil berlutut menatap lurus ke kedua mata, seperti adegan dalam film barat romantis. Lirik lagu yang ku tulis di atas merupakan lirik lagu yang paling aku sukai. Pertama kali melihatnya sudah membuat hatiku merasa sangat syahdu. “Can marry your daughter. And make her my wife. I want her to be the only girl that I love for the rest of my life. And give her the best of me 'till the day that I die,”sangat romantis sekali. Ketika ikut menyanyikan lirik lagu tersebut selalu membuat aku membayangkan ingin memiliki sesosok pendamping yang mencintai dan aku cintai.  Yeah, bisa dibilang dari dulu aku selalu mendambakan akan memiliki sebuah keluarga dengan seorang pendamping yang sangat mencintai aku.


Namun.. hidup tidak seindah lirik lagu. Kini aku menjadi ragu akan cinta. Tuhan menciptakan perasaan cinta untuk membahagiakan umatnya. Cinta yang dikembangkan dalam ikatan rumah tangga. Rasanya.. aku semakin tidak mengerti apa itu cinta. Aku semakin jauh dengan makna kebahagiaan yang dihasilkan oleh kata cinta. Di awal-awal pernikahan, mungkin kita akan merasa sangaaatt bahagia, memiliki seorang imam dan seorang pendamping hidup untuk menemani sisa hari yang tersisa. Namun.. apa yang diharapkan kadang jauh dari yang didapatkan. Ketika usia pernikahan memasuki usia puluhan tahun, katakan saja 20 tahun, rasanya kekuatan cinta itu menguap begitu saja. Tak berbekas. Kini digantikan dengan hadirnya cinta baru bagi sang suami. Cinta lama sang istri? Seakan tak pernah hadir sebelumnya.

Apa yang salah? Siapa yang salah? Dimana letak kesalahannya? Banyak yang mengatakan bahwa pria akan mengalami masa “puber kedua” diusianya yang menginjak angka 40 – 50 tahun. Namun wanita? Hanya akan mengalami satu kali masa puber di dalam kehidupannya. Aku memikirkan hal tersebut, umur 40 – 50 tahun merupakan saat-saat krusial bagi pernikahan seseorang. Saat ini umurku masih 19 tahun.. oktober nanti aku akan menginjak usia 20 tahun.
Banyak yang mengatakan padaku, sudah saatnya usia 20 tahun memikirkan mengenai pendamping hidup. Namun..jika aku melihat apa yang dialami orang-orang terdekatku saat ini, semakin membuat aku takut dan ragu untuk memikirkan hal yang bernama pernikahan. Musnah sudah segala impian dan harapanku untuk kelak memiliki sebuah keluarga kecil yang harmonis dan penuh cinta.. dengan dua orang anak, laki-laki dan perempuan, serta sesosok pendamping hidup yang bertanggung jawab dan mencintai apa adanya.

Apakah tepat, jika aku mengambil jalan untuk tidak menikah nantinya? Apakah salah jika aku berpikiran “untuk apa menikah, jika hanya membuat kehidupan bagai malapetaka permanen”? entahlah.. rasanya semuanya begitu jauh..
Keindahan kata-kata cinta yang dulu selalu aku agung-agungkan kini bagaikan fatamorgana untukku.
Semoga Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik untukku. Dan jika kelak Ia menakdirkan aku untuk menikah, aku berharap agar aku dikarunai seorang pendamping hidup yang setia dan mencintai serta aku cintai, tak lekang dimakan usia.

0 komentar:

Posting Komentar

Aisyah Maimunah. Diberdayakan oleh Blogger.

Home Ads

Press

My Life

Latest in Sports

Like us

Vertical Resize - Hello Kitty