Bahagia Itu Sederhana
Selama ini.. aku selalu mencari apa makna kebahagiaan, aku selalu bertanya-tanya
apakah aku bahagia, Bagaimana aku dapat mencapai sebuah kebahagiaan. Namun kini..
aku mengerti, bahwa bahagia itu sederhana.
Melihat anak-anak kecil yang tertawa lepas, selalu tersenyum dan
menampakkan binar indah dikedua bola mata mereka, semakin membuat aku merenung,
bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu begitu dekat.
Keluarga.. teman.. sahabat.. dan orang yang dikasihi, adalah sumber
kebahagiaan yang sejati. Tidak ada yang dapat menggantikan posisi mereka
walaupun dengan jutaan dan milyaran materi sekalipun.
Rasa bahagia itu begitu sederhana, asalkan dengan orang yang
dicintai maka sudah cukup. Ya Allah.. izinkan aku merasakan kebahagiaan yang
sederhana itu..
Asalkan bersama dengan keluarga, teman-teman, dan juga.. asalkan
dapat bersama dengan seseorang yang kita cintai.. aku ingin merasakan
kebahagiaan itu..
Begitu lembut.. begitu sederhana.. , Rabb.. bila nanti telah tiba
saatnya Sang Pangeran Berkuda Putih menjemputku.. jadikan keluarga kami penuh
kebahagiaan dan cinta.
Janganlah Engkau berikan kami kebahagiaan yang rumit.. aku ingin
mencintai dia yang Kaupilihkan seperti Khadijah mencintai Rasul, seperti
Fatimah mencintai Ali, seperti Han Ji Eun mencintai Lee Young Jae, dan seperti Eun
Suh mencintai Joon Seuh.
Izinkan aku memiliki sebuah keluarga kecil sederhana dan bahagia,
dengan dua anak yang lucu-lucu dan sangat kami cintai. Izinkan aku memiliki
seorang pendamping hidup yang setia dan bertanggung jawab.
Aku tahu, sekarang belum saatnya aku bertemu dengan dirinya, namun
satu yang aku pinta, tolong jagalah dia, jagalah dia dari segala sesuatu yang
tidak halal baginya. Tuntunlah ia agar selalu mencintai-Mu ya Rabb..
Agar suatu hari nanti, ia dapat menjadi imam bagi diriku, menjadi
sosok pria yang sangat aku cintai.
Rabb.. bila kini ia sedang tersesat, aku mohon tolonng selamatkan ia
seperti Engkau menyelamatkanku dari kesesatan. Bila kini ia sedang bersama yang
tidak halal baginya, aku mohon tolong lindungi ia, pisahkan ia dengan cara yang
tidak menyakitkan hatinya.
Rabb.. aku tidak mengharapkan sosok yang sempurna, aku hanya
menginginkan sebuah kebahagiaan sederhana. Tidak perlu ia yang tampan dan
banyak harta, cukup ia yang dapat menjadi imam yang baik bagiku dan dapat
bertanggung jawab serta dapat diandalkan.
Maafkan aku.. namun terkadang rasa ragu itu muncul di dalam hatiku,
apakah jalan yang aku ambil ini benar? Apakah aku salah tetap menunggunya? Rabb…
aku hanya manusia biasa..
Disaat teman-teman seumuranku memiliki cinta, aku juga ingin.. namun
aku tahu, Engkau telah mengatur semuanya, aku hanya perlu bersabar, ya
bersabar, serta memperbaiki diriku.
Dan kini… ketika aku telah menemukan makna kebahagiaan yang begitu
sederhana, aku mohon.. izinkan aku untuk merasakannya. Merasakan cinta dari
seseorang manusia..
0 komentar:
Posting Komentar